
cLONDON & RENNES – Nama Jeremy Jacquet, bek tengah berbakat milik Stade Rennais, muncul dalam radar pemandu bakat Chelsea. Namun, di balik potensi besarnya, muncul pertanyaan krusial: Apakah pemain berusia 19 tahun ini siap menghadapi ekosistem Chelsea yang dikenal kejam bagi pemain muda yang belum teruji?
Standar Tinggi di Stamford Bridge Chelsea di bawah kepemilikan baru memang gemar mengumpulkan bakat-bakat terbaik dari seluruh dunia. Namun, Jacquet harus menyadari bahwa menjadi bagian dari skuad The Blues berarti bersaing dengan bek-bek papan atas dunia. Bagi pemain yang menit bermainnya di tim utama Rennes masih terbatas, membuktikan kelayakan di Premier League adalah tugas berat.
Risiko Menjadi “Pemain Pinjaman” Abadi Salah satu alasan utama mengapa Jacquet harus membuktikan segalanya adalah risiko masuk ke dalam sistem peminjaman pemain. Jika ia tidak langsung tampil mengesankan di sesi latihan pramusim, besar kemungkinan ia akan dipinjamkan ke klub satelit seperti Strasbourg. Untuk menghindari label “pemain proyek” yang tak kunjung debut, ia harus menunjukkan kematangan taktis yang melampaui usianya sejak hari pertama.
Adaptasi Fisik dan Kecepatan Premier League Jacquet dikenal memiliki atribut fisik yang kuat dan kemampuan membaca permainan yang baik. Namun, intensitas Premier League berada di level yang berbeda dengan Ligue 1. Ia harus membuktikan bahwa ia tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kecepatan berpikir (split-second decision making) untuk menghadapi penyerang-penyerang kelas dunia.
Momen Pembuktian Jika minat Chelsea benar-benar berlanjut ke tawaran resmi, Jacquet memikul beban untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar “angka” dalam kebijakan transfer massal Chelsea. Ia harus menunjukkan bahwa ia memiliki mentalitas baja untuk bersaing di klub yang menuntut kemenangan di setiap laga. Bagi Jacquet, Chelsea adalah peluang emas sekaligus ujian paling ekstrem bagi karier mudanya.